Gejala Kanker Esofagus yang Harus Diketahui

oesophageal cancer singapore

Kanker esofagus mengacu pada pertumbuhan sel yang tidak terkendali di dalam esofagus atau kerongkongan. Penyakit ini menduduki peringkat keenam penyebab kematian akibat kanker paling umum di seluruh dunia.

Siapa yang berisiko terkena Kanker Esofagus?

Faktor risiko mengacu pada apa pun yang dapat meningkatkan kemungkinan Anda terkena penyakit. Dalam kaitannya dengan kanker esofagus, terdapat beberapa faktor risiko, yaitu:

Namun, penting untuk dicatat bahwa ketika Anda memiliki faktor risiko tidak serta merta Anda akan terkena kanker, dan jika tidak punya faktor risiko bukan berarti Anda tidak akan terkena kanker. Penting untuk berbicara dengan dokter jika Anda merasa punya risiko kanker esofagus.

Tanda dan Gejala Kanker Esofagus

Ketika kanker esofagus memasuki stadium lanjut, beberapa gejala akan muncul akibat pertumbuhan sel kanker yang semakin besar dan mulai menyumbat kerongkongan. Terkadang, sel kanker juga dapat menyerang struktur terdekat dan menimbulkan beberapa gejala.

Tanda dan gejala yang perlu diperhatikan, antara lain:

Sakit atau kesulitan saat menelan

signs of oesophageal cancer singapore

Ketika tumor mulai masuk ke stadium lanjut dan menyumbat kerongkongan, Anda mungkin akan mengalami gejala yang disebut disfagia, yaitu kondisi sulit menelan. Selain itu, ada juga kemungkinan rasa sakit saat menelan, yang disebut dengan odynophagia.

Kanker esofagus adalah jenis kanker yang agresif dan bertumbuh dengan cepat sehingga disfagia bisa muncul secara tiba-tiba dan berkembang dengan cepat. Biasanya, awalnya Anda akan mengalami kesulitan menelan makanan padat, dan kesulitan ini dapat berkembang hingga tidak bisa menelan cairan, sehingga menyebabkan regurgitasi (muntah kembali) cairan yang Anda konsumsi. Disfagia kanker esofagus disebabkan oleh hambatan mekanis, dan tingkat keparahan disfagia biasanya bergantung pada ukuran tumor. Oleh karena itu, jika Anda mengalami kesulitan menelan atau merasa ada penyumbatan di kerongkongan, ini harus menjadi peringatan untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Gangguan pencernaan dan nyeri ulu hati

Ketika ada sel kanker di esofagus, Anda mungkin mulai mengalami sedikit ketidaknyamanan pada bagian dada karena sel kanker dapat menyebabkan nyeri ulu hati dan gangguan pencernaan. Gejala lainnya, termasuk sakit perut, asam lambung, dan secara umum rasa tidak nyaman di perut bagian atas.

Nyeri dada, tekanan, atau rasa terbakar

Kadang-kadang, kanker esofagus juga dapat menyebabkan nyeri dada. Nyeri dada ini bersifat kronis dan biasanya terasa seperti ada tekanan atau sensasi terbakar di dada bagian tengah. Kondisi ini biasanya muncul ketika makanan yang ditelan mencapai bagian esofagus tempat tumbuhnya tumor dan biasanya terjadi beberapa detik setelah menelan. Rasa sakit ini akan semakin terasa seiring dengan perkembangan kanker.

Penurunan berat badan tanpa sebab

Banyak penderita kanker esofagus mengalami penurunan berat badan tanpa sebab. Kanker adalah proses anabolik dan pertumbuhan tumor seringkali memakan banyak energi. Inilah sebabnya penderita kanker kerap mengalami penurunan berat badan karena pertumbuhan kanker menyebabkan tubuh mengalami defisit energi. Pada kanker esofagus, kesulitan makan juga dapat menyebabkan penurunan berat badan karena tidak bisa menelan makanan. Kehilangan nafsu makan juga bisa terjadi pada penderita kanker, sehingga asupan makanan jadi berkurang.

Batuk dan suara serak

Suara serak yang terdengar kasar dan tidak kunjung sembuh bisa jadi merupakan tanda adanya kanker esofagus.

Kesimpulan

Harapannya, panduan singkat ini dapat membantu Anda lebih memahami kanker esofagus dan tanda gejala yang perlu diwaspadai. Kanker esofagus dapat diobati, tetapi keberhasilan pengobatan sangat bergantung pada ukuran, jenis, lokasi tumor, serta kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan. Jika Anda mengalami salah satu gejala, segeralah menemui dokter spesialis kanker esofagus di Singapura untuk diagnosis dan rencana pengobatan yang tepat.

Efek Hiperhidrosis

Apa Dampak dari Keringat Berlebih?

Hiperhidrosis bisa terjadi dalam berbagai jenis, tetapi biasanya dapat diklasifikasikan menjadi hiperhidrosis primer (lokal) dan sekunder (umum). Hiperhidrosis primer biasanya terjadi di telapak tangan (palmar), ketiak (aksila), atau telapak kaki (plantar).

Efek jangka panjang dari hiperhidrosis cenderung bersifat psikologis, termasuk rasa malu, cemas, dan tertekan. Hal ini dapat menyebabkan perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari dan dapat menimbulkan masalah penyesuaian diri, bahkan depresi. Kualitas hidup juga bisa menurun karena banyaknya adaptasi yang diperlukan untuk mengatasi kondisi ini. Hiperhidrosis juga cenderung memburuk karena stres, sehingga pada saat stres, biasanya akan terjadi beberapa momen keringat keluar secara berlebihan. Namun, efek penyakit hiperhidrosis pada setiap orang berbeda-beda.

Keringat berlebih dapat meningkat pada beberapa kondisi medis tertentu, misalnya peningkatan keringat dan iritasi kulit sehingga pasien lebih rentan mengalami infeksi kulit. Mereka mungkin juga mengalami ruam kulit, seperti eksim.

Mengapa kita berkeringat?

Berkeringat adalah mekanisme tubuh untuk mendinginkan diri saat suhu menjadi terlalu panas. Ini adalah mekanisme perlindungan diri karena kita bisa kehilangan panas saat keringat menguap.

Tubuh akan berkeringat saat kita berada dalam suhu yang panas, saat berolahraga, atau saat kita mengalami demam. Berkeringat juga bisa terjadi karena faktor psikologis, seperti stres dan cemas. Otak kita dapat merasakan perubahan suhu tubuh dan emosi dan saat perubahan itu terdeteksi, sinyal saraf akan dikirim dari otak menuju kelenjar keringat di seluruh tubuh. Sinyal ini kemudian akan mengaktifkan kelenjar keringat dan memerintahkannya untuk memproduksi keringat. Pada kondisi hiperhidrosis, beberapa kelenjar keringat tampaknya terlalu aktif dan bekerja berlebihan sehingga memproduksi keringat yang lebih banyak dari biasanya dan berlebihan.

Jenis Hiperhidrosis

Hiperhidrosis Primer dan Sekunder

Hiperhidrosis primer adalah gangguan yang belum diketahui penyebabnya secara pasti. Ini adalah bagian dari hiperhidrosis dan akan menyebabkan gejala yang khas, termasuk produksi keringat berlebih di telapak tangan, telapak kaki, selangkangan, ketiak (axilla), dan area lain di tubuh kita di mana lipatan kulit bertemu, seperti siku dan bawah payudara. Namun, ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena hiperhidrosis primer, termasuk di antaranya stres (terutama kecemasan), panas, dan cedera tulang belakang.

Berbeda dengan hiperhidrosis primer, penyebab hiperhidrosis sekunder bisa ditemukan. Ini termasuk disfungsi saraf otonom, infeksi, kanker, menopause, obat-obatan tertentu, seperti insulin dan antidepresan (misalnya bupropion), serta penyakit lain, seperti diabetes dan hipertiroid.

Semua yang Perlu Anda Ketahui Tentang Operasi Hiperhidrosis

Apa tindakan operasi untuk Hiperhidrosis?

Hiperhidrosis adalah kondisi di mana seseorang berkeringat secara berlebihan yang tidak diakibatkan oleh aktivitas fisik atau kepanasan. Kondisi ini dapat dialami siapa saja di iklim apa pun dan dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu lokal (menyerang area tubuh tertentu) atau umum (menyerang seluruh tubuh). Hiperhidrosis biasanya cenderung menyerang area tangan, kaki, ketiak, dan wajah, dan biasanya terjadi pada kedua sisi tubuh secara simetris.

Keringat dikontrol oleh sekelompok saraf bernama Sympathetic Chain (rantai simpatis) yang terletak sejajar dengan tulang belakang. Saraf ini mengirimkan sinyal ke kelenjar keringat di telapak tangan dan ketiak (axilla) yang memicu produksi keringat.

Pengobatan terhadap hiperhidrosis bisa dibagi ke dalam tindakan operasi dan pemberian obat-obatan.

Di ICTS, prosedur operasi untuk hiperhidrosis dikenal dengan nama Bilateral VATS Cervical Sympathectomy. Ini adalah prosedur bedah minimal invasif yang hanya memerlukan sayatan kecil (3 mm) di dada. Seperti semua operasi hiperhidrosis, prosedur ini adalah solusi permanen untuk mengatasi hiperhidrosis. Prosedur ini dilakukan dengan cara memutus saraf yang mensuplai kelenjar keringat di dada menggunakan instrumen bedah khusus. Hal ini akan menghentikan pengiriman sinyal ke kelenjar keringat, sehingga mencegah produksi keringat.

Operasi ini dilakukan pada kedua sisi tubuh dengan membuat dua sayatan kecil sekitar 3-4 mm di setiap sisi dada tepat di bawah ketiak. Satu sayatan untuk memasukkan instrumen bedah dan sayatan lainnya untuk kamera. Sympathetic chain akan divisualisasikan di kamera (yang bergerak di ujung tulang rusuk) dan mengidentifikasi titik target yang perlu dipotong di antara iga ke-2 dan ke-3. Dengan menggunakan energi termal (elektrokauter), saraf pada kedua iga tersebut akan diputus. Untuk memastikan keberhasilannya, dokter akan memeriksa apakah telapak tangan menjadi lebih hangat setelah operasi.

Setelah operasi selesai, instrumen bedah akan dikeluarkan dan sayatan ditutup menggunakan lem kulit. Prosedur ini tidak membutuhkan jahitan, sehingga bekas sayatan hampir tidak akan terlihat. Operasi ETS biasanya memakan waktu sekitar satu jam (30 menit untuk setiap sisi) dan pasien biasanya bisa pulang pada hari yang sama, 4 jam setelah operasi. Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan bius total.

Apa saja risiko operasi Hiperhidrosis?

Sama seperti semua operasi, cervical sympathectomy memiliki beberapa risiko, termasuk pendarahan, infeksi, dan cedera pada struktur di sekitarnya. Meskipun kecil kemungkinannya, ada juga risiko kegagalan operasi atau kambuhnya hiperhidrosis. Selain itu, bius total yang dipakai dalam prosedur ini juga memiliki risiko tersendiri, seperti stroke, serangan jantung, dan cedera paru-paru. Namun, faktor risiko ini bergantung pada kondisi kesehatan masing-masing pasien dan akan didiskusikan lebih lanjut bersama dokter anestesi sebelum operasi dilakukan.

Namun, secara keseluruhan risiko dari tindakan ini rendah karena ini adalah operasi minimal invasif dan gangguan terhadap kehidupan normal juga kecil. Operasi ini sangat aman dan risiko komplikasi secara keseluruhan ada di angka kurang dari 0,5%-1%.

Seberapa besar tingkat keberhasilan operasi hiperhidrosis?

Simpatektomi adalah solusi permanen untuk mengatasi hiperhidrosis. Tingkat keberhasilannya bervariasi tergantung pada kondisi pasien dan area yang terdampak. Namun, jika prosedur dilakukan dengan benar, saraf yang diputus tidak akan tumbuh kembali karena sudah putus secara permanen.

Tingkat keberhasilan operasi hiperhidrosis di telapak tangan adalah 99-100%, 66% untuk ketiak, dan 33% untuk telapak kaki [1]. Hal ini sudah diperkirakan akan terjadi karena target utama prosedur ETS adalah untuk mengatasi keringat di bagian atas tubuh, seperti di telapak tangan dan ketiak.

Apa efek samping dari operasi Hiperhidrosis?

Pemakaian istilah "efek samping" sebenarnya kurang tepat dalam konteks ini. Pasien yang mengalami hiperhidrosis cenderung memiliki suhu inti tubuh yang lebih tinggi, dan mekanisme pendinginan biasanya melalui lengan dan ketiak. Karena operasi menghentikan keringat di area tersebut, sebagai alternatif, bagian lain di tubuh akan mengalami peningkatan keringat. Fenomena ini disebut sebagai hiperhidrosis kompensasi yang berguna untuk mendinginkan tubuh. Area yang umum terkena adalah punggung, perut, paha, dan kaki. Namun, fenomena ini hanya berlangsung sekitar 3-6 bulan dan kemudian menghilang. Hanya 1% yang mungkin mengalami hiperhidrosis kompensasi secara terus-menerus.

Fakta-Fakta Tentang Hiperhidrosis yang Perlu Anda Ketahui

Apa itu Hiperhidrosis?

Hiperhidrosis mengacu pada kondisi di mana seseorang berkeringat secara berlebihan, bukan karena berolahraga atau kepanasan. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa pun di iklim apa pun dan biasanya menyerang area tangan, kaki, ketiak, wajah, dan terjadi di kedua sisi tubuh secara bersamaan. Hiperhidrosis dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu hiperhidrosis lokal/primer (hanya memengaruhi satu bagian tubuh) atau hiperhidrosis umum/sekunder (menyerang seluruh tubuh). Jumlah keringat pada penderita hiperhidrosis cenderung jauh lebih banyak daripada orang normal dan dapat menyebabkan gatal, bau badan, perubahan warna kulit, noda pada pakaian, dan dalam beberapa kasus, pakaian bisa sampai basah kuyup.

Keluarnya keringat dari dalam dikendalikan oleh otak yang mengirimkan sinyal melalui saraf ke kelenjar keringat kecil (ekrin) di seluruh tubuh. Saat keringat menguap dari badan, ia membantu mendinginkan tubuh kita. Berkeringat adalah mekanisme alami tubuh. Peningkatan produksi keringat menjadi hal wajar dalam beberapa situasi, seperti kenaikan suhu atau emosi (contohnya kecemasan). Namun, hiperhidrosis berarti bahwa Anda berkeringat secara berlebihan.

Ada banyak penyebab terjadinya hiperhidrosis. Seringkali, penyebabnya tidak diketahui, tetapi diperkirakan bahwa penderita hiperhidrosis mungkin memiliki suhu inti tubuh yang lebih tinggi daripada orang lain. Terkadang, hiperhidrosis dapat disebabkan oleh beberapa kondisi medis, seperti kelenjar tiroid yang terlalu aktif, diabetes, iritasi saraf, atau efek samping obat-obatan. Selain itu, terdapat beberapa komplikasi dari hiperhidrosis, di antaranya peningkatan risiko infeksi kulit, kutil, dan kondisi kulit lainnya, seperti eksim dan psoriasis. Hiperhidrosis juga dapat menurunkan kualitas hidup, karena keringat berlebihan dapat menghambat aktivitas sehari-hari, hobi, dan pekerjaan (misalnya menulis, belajar bermain musik, olahraga, bergaul, dan bersosialisasi). Kondisi ini juga dapat menyebabkan rasa malu, cemas, dan bahkan depresi.

Seberapa sering Hiperhidrosis terjadi?

Secara keseluruhan, hiperhidrosis sebenarnya jarang terjadi dan hanya menjangkit kurang lebih 1% dari populasi penduduk.

Meskipun demikian, prevalensi (jumlah penderita) hiperhidrosis mungkin lebih tinggi pada mereka yang memiliki kondisi medis tertentu. Kondisi medis ini dapat menyebabkan perubahan pada anatomi kelenjar keringat dan saraf yang mensuplainya, sehingga menyebabkan hiperhidrosis pada sejumlah penderita.

Hiperhidrosis bisa menyerang siapa saja di segala usia

Hiperhidrosis dapat menyerang siapa saja. Waktu kemunculan hiperhidrosis sangat bervariasi, bisa muncul saat bayi, remaja, sampai dewasa muda, dan bahkan lansia [2]. Hiperhidrosis bisa terjadi pada perempuan maupun laki-laki. Ada banyak alasan mengapa seseorang khawatir terhadap hiperhidrosis, termasuk karena takut keringat berlebihan membahayakan pekerjaan, memengaruhi kehidupan sosial, atau hanya karena mereka merasa keringat berlebihan tersebut mengganggu kehidupan mereka secara keseluruhan.

Penting untuk dicatat bahwa di usia berapa pun Anda terkena hiperhidrosis, kondisi ini cenderung berlangsung lama dan bisa berlanjut selama beberapa tahun. Jika hiperhidrosis terjadi pada anak-anak, mereka mungkin tidak bisa sembuh dari penyakit ini.

Hiperhidrosis tidak bisa diprediksi

Anda tidak bisa memprediksi kapan Anda akan terkena hiperhidrosis. Ada banyak faktor penyebabnya dan setiap orang memiliki pemicu yang berbeda-beda. Namun, dengan penanganan yang baik dan panduan yang tepat, kontrol yang baik terhadap gejala dapat dilakukan dan efek hiperhidrosis pada kehidupan sehari-hari dapat diminimalisir. Beberapa cara orang menanganinya dengan cara menyiapkan beberapa pakaian ganti dan mandi beberapa kali sehari. Terapi medis lainnya juga dibahas di bawah ini, dan semuanya memberikan pilihan yang valid untuk membantu penderita hiperhidrosis.

Hiperhidrosis tidak sama pada semua orang

Kebanyakan orang akan berkeringat saat berolahraga, atau berada di lingkungan yang hangat/panas, atau sedang mengalami kecemasan dan stres. Namun, hiperhidrosis mengandung arti bahwa jumlah keringat yang keluar dari tubuh jauh melebihi keringat normal.

Hiperhidrosis dapat dialami setiap orang dengan cara yang berbeda-beda. Beberapa mungkin mengalaminya di tangan, sementara yang lain mengalaminya di kaki, ketiak, dan wajah. Frekuensi keringat berlebih ini juga bisa berbeda-beda, ada yang mengalaminya setiap minggu, setiap hari, bahkan berkali-kali dalam sehari.

Hiperhidrosis adalah kondisi yang bisa diobati

Hiperhidrosis sendiri bersifat permanen dan biasanya tidak bisa disembuhkan, kecuali jika ada kondisi medis tertentu yang mendasarinya, misalnya penyakit tiroid yang bisa diobati. Dengan mengatasi masalah medis tersebut, hiperhidrosis juga akan diobati secara bersamaan. Namun, hiperhidrosis primer (hiperhidrosis yang tidak diketahui penyebab spesifiknya) tidak akan hilang dengan sendirinya.

Namun, ada beberapa cara untuk mengobati hiperhidrosis. Metode pengobatan ini dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu pengobatan medis dan tindakan operasi.

Pengobatan medis: keringanan gejala sementara untuk waktu paling lama 6 bulan

Tindakan operasi: permanen, solusi yang pasti


Dr. Aneez Ahmed tentang Kesehatan Paru-Paru, Colors TV Asia-Pacific Salaam Namaste

Episode 1

Episode 3

Episode 4

Episode 6

Mengapa Anda Membutuhkan Ahli Bedah Toraks di Singapura?

Apa yang dimaksud dengan Ahli Bedah Toraks?

Ahli bedah toraks (atau dokter spesialis bedah toraks) adalah dokter yang memiliki spesialisasi dalam menangani kondisi toraks (rongga dada) dengan pembedahan dan pengobatan medis. Fokus mereka ada pada organ, jaringan, dan struktur tulang di dalam rongga dada, termasuk paru-paru, kerongkongan, dan trakea, serta organ lainnya. Beberapa kondisi yang lebih umum ditangani oleh dokter bedah toraks meliputi kanker paru-paru, paru-paru yang kolaps, dan patah tulang rusuk. Ini jarang terjadi, tetapi mereka juga menangani kondisi seperti timoma, telapak tangan berkeringat, dan kanker esofagus.

Apa yang dikerjakan oleh Ahli Bedah Toraks?

Ahli bedah toraks menangani berbagai penyakit atau cedera pada struktur di dalam dada, termasuk di antaranya:

Secara umum, ahli bedah toraks lebih fokus pada intervensi bedah dan metode pengobatan untuk kondisi yang memengaruhi bagian-bagian tubuh di atas.

Pertama-tama, dokter bedah toraks di Singapura akan menjalani pelatihan gabungan bersamaan dengan pelatihan bedah jantung dalam program pelatihan bedah kardiotoraks. Pada tahun terakhir masa pelatihan mereka, para dokter akan mengambil spesialisasi dalam bedah toraks secara eksklusif untuk menangani area yang lebih kompleks dan khusus dalam bidang bedah toraks.

Dr. Aneez D.B. Ahmed telah berkecimpung di dunia operasi toraks, dengan spesialisasi di onkologi toraks serta bedah toraks minimal invasif dan bedah robotik, selama lebih dari lima belas tahun. Beliau juga menjadi pionir dalam reseksi dan rekonstruksi dinding dada serta berhasil melakukan rekonstruksi tulang rusuk dengan cara cetak 3D polimer pertama di dunia.

Apa saja kondisi yang ditangani oleh Dokter Bedah Toraks?

Dokter bedah toraks dapat menangani sejumlah penyakit, seperti:

Apa yang bisa saya ekspektasikan dari konsultasi pertama saya dengan dokter bedah?

Pada konsultasi pertama Anda dengan dokter bedah toraks, Anda akan ditanya tentang gejala dan riwayat kesehatan Anda. Berdasarkan riwayat kesehatan tersebut, kemungkinan dokter akan meminta tes pencitraan diagnostik yang relevan, seperti PET CT scan dan MRI.

Mereka juga akan meminta Anda menjalani tes fungsi paru-paru untuk menilai kondisi paru-paru Anda dan berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, akan ada keputusan mengenai operasi lebih lanjut yang dibuat bersama dengan pasien jika diperlukan.

Kesimpulan

Biasanya Anda akan dirujuk ke ahli bedah toraks oleh dokter umum, dokter jantung, dokter spesialis paru, dokter spesialis kanker, atau dokter spesialis lain yang relevan. Namun, Anda juga bisa langsung menghubungi ahli bedah toraks untuk skrining kanker paru-paru atau pemeriksaan kesehatan paru-paru, serta untuk mengevaluasi kondisi paru-paru lainnya. Namun, jika Anda telah didiagnosis dengan salah satu dari kondisi di atas, tetapi belum menerima rujukan, jangan ragu untuk membuat janji konsultasi dengan kami agar kami dapat merencanakan pengobatan sejak dini.

Apa yang Dimaksud Operasi Toraks dengan Bantuan Robot di Singapura?

Selama bertahun-tahun, kemajuan teknologi medis memungkinkan dokter untuk menangani pasien dengan cara yang semakin efektif dan efisien. Salah satu contohnya adalah prosedur bedah dengan bantuan robot, yang disebut juga dengan bedah robotik. Dalam prosedur ini, sistem bedah robotik membantu dokter dalam melakukan berbagai tindakan operasi.

Sistem bedah robotik yang paling umum digunakan terdiri dari lengan kamera serta lengan mekanis yang dilengkapi berbagai instrumen bedah. Dokter dapat mengendalikan lengan-lengan ini menggunakan konsol komputer yang memberikan tampilan 3D berdefinisi tinggi dari titik operasi. Hal ini memberi dokter ketelitian ekstra saat mengoperasi area yang sulit dijangkau. Agar dapat memakai teknologi ini, dokter bedah dan tim harus terlebih dahulu menjalani pelatihan yang ketat.

Bedah robotik di Singapura pada umumnya dikaitkan dengan operasi minimal invasif dan telah dipakai untuk sebagian besar situasi yang saat ini ditangani menggunakan metode bedah dengan sayatan kecil minimal invasif atau operasi laparoskopi.

Mengapa Anda membutuhkan Operasi dengan Bantuan Robot?

Bedah robotik memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan bedah tradisional. Metode ini memberikan dokter presisi, fleksibilitas, dan kontrol yang lebih baik selama melakukan prosedur operasi serta memungkinkan pandangan yang lebih jelas terhadap area yang sulit dijangkau guna meningkatkan hasil operasi pada pasien.

Selain itu, pasien akan sangat diuntungkan jika memilih untuk menjalani bedah robotik. Dengan menggunakan prosedur bedah minimal invasif alih-alih bedah terbuka tradisional, sayatan yang lebih kecil akan dibuat dan mengarah pada:

Pengobatan dengan Operasi dengan Bantuan Robot

Bedah robotik di Singapura merupakan metode pengobatan serbaguna yang dapat diterapkan pada sebagian besar kasus yang saat ini ditangani menggunakan metode bedah dengan sayatan kecil minimal invasif atau operasi laparoskopi. Selain itu, bedah robotik juga bisa dipakai secara luas di berbagai bidang medis, seperti:

Itulah beberapa contoh dari banyaknya prosedur yang membuktikan bahwa metode bedah robotik lebih aman dan efektif daripada metode bedah tradisional.

Dokter Ahli Bedah Toraks Robotik, Dr. Aneez Ahmed

Minat Dr. Aneez terhadap bedah robotik menuntunnya menjadi orang pertama di ASEAN yang mendapatkan pelatihan spesialis bersertifikat Level III dalam bidang Bedah Toraks Robotik dari European College of Cardiothoracic Surgery (EACTS). Saat ini, beliau memimpin program pelatihan untuk dokter bedah toraks di ASEAN dan Asia Selatan. Beliau juga pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Robotic Surgical Society of Singapore (RS3) pada tahun 2016 dan saat ini menjabat sebagai Presiden dari Robotic Surgical Society Singapore (RS3).

Kesimpulan

Kita berada di era kemajuan teknologi di mana prosedur bedah dengan bantuan robot memungkinkan para dokter bedah untuk melakukan prosedur yang sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan metode bedah terbuka secara tradisional, mulai dari menangani kondisi yang rumit hingga mengangkat atau memperbaiki organ yang rusak.

Dengan titik akses yang lebih kecil dan akurasi yang lebih tinggi, bedah robotik memungkinkan prosedur operasi menjadi lebih mudah dilakukan oleh para dokter bedah dan juga meningkatkan hasil operasi pada pasien. Teknologi ini memberi dokter kedalaman persepsi, jangkauan gerak, dan akurasi yang lebih baik - menggabungkan keterampilan dan pemikiran kritis mereka dengan presisi dari mesin. Untuk mengetahui apakah bedah robotik bisa menjadi pilihan untuk Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter Anda yang akan menjawab semua pertanyaan dan memutuskan rencana pengobatan terbaik untuk kondisi Anda.

FDA Amerika Serikat Baru Saja Menyetujui Rokok Elektrik: Apakah Singapura Harus Melakukan Hal Serupa?

Rokok elektrik, vape, atau vaporizer elektrik - kita semua pasti sudah familiar dengan alat mengkilap portable yang sering dibawa oleh anak muda meskipun sudah dilarang di Singapura sebagai bagian dari larangan terhadap produk imitasi tembakau. Pod vape tersedia dalam berbagai rasa manis yang dapat membuat siapa pun kecanduan, dan meskipun awalnya dirancang sebagai alternatif rokok yang lebih sehat, vape tetap dapat merusak kesehatan paru-paru.

Di Singapura, penggunaan vape telah meningkat dikarenakan kemudahan untuk membeli dan "faktor keren" yang menyertai produk ini.

Pada tanggal 13 Oktober 2021, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) untuk pertama kalinya mengizinkan konsumsi rokok elektrik rasa tembakau, dikarenakan manfaat dari rokok elektrik bagi perokok dewasa yang mencoba berhenti merokok lebih besar daripada risiko kecanduan pada pengguna baru.

Artikel ini akan membahas semua hal yang perlu diketahui tentang rokok elektrik dan mendapatkan wawasan berharga dari Dr. Aneez, Konsultan Dokter Bedah Senior dan Direktur Medis di International Centre for Thoracic Surgery (ICTS), Singapura.

Mengapa Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengizinkan konsumsi rokok elektrik?

FDA menyatakan bahwa data manufaktur menunjukkan bagaimana produk rokok elektrik rasa tembakau bermanfaat bagi perokok dewasa yang beralih dari rokok konvensional ke produk mereka, sehingga mengurangi paparan bahan kimia berbahaya. Dengan kata lain, FDA sepakat dengan data manufaktur bahwa beberapa produk rokok elektrik yang saat ini diproduksi bisa menjadi alternatif yang lebih baik daripada rokok konvensional.

Walaupun begitu, hanya produk rasa tembakau yang diizinkan untuk diproduksi, sementara rasa manis yang lebih populer di kalangan anak muda tetap dilarang untuk dijual. Hal ini karena data menunjukkan bahwa kebanyakan anak remaja dan dewasa muda yang mengonsumsi rokok elektrik biasanya memulai dari rasa buah-buahan, permen, atau mint, alih-alih rasa tembakau. Kebanyakan pengguna baru tertarik pada rasa manis ini dan karena itu FDA menganggap mereka memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menjadi pecandu.

Apakah vape benar-benar lebih aman daripada rokok?

Faktanya vaping tetaplah tidak aman dan risiko terkena berbagai penyakit paru-paru yang diakibatkan oleh vaping terbilang cukup tinggi. Bahkan, studi menunjukkan bahwa vaping sama bahayanya dengan rokok dan juga dapat memicu kanker.

American Lung Association (Asosiasi Paru-Paru Amerika Serikat) menyatakan kekecewaan yang mendalam atas keputusan FDA karena produk yang mereka izinkan beredar tersebut mengandung nikotin yang bersifat adiktif dan berbahaya bagi perkembangan otak.

Sebagai tambahan, Dr. Aneez berkomentar bahwa meskipun tanpa nikotin, menghirup uap dari vape tetap saja dapat merusak paru-paru. Beliau pernah merawat beberapa pasien yang mengalami mengi kronis, gejala dari iritasi sistem pernapasan, dengan gejala yang menunjukkan bronkitis kronis, mirip dengan asma. "Uap itu melewati saluran udara hangat yang mengandung partikel udara," jelas ahli bedah toraks tersebut.

Selain itu, bahan-bahan dalam cairan vape tidak diregulasi sehingga bisa saja mengandung zat berbahaya, seperti formaldehida, akrolein, dan diasetil, yang merusak paru-paru.

Profesional medis lainnya juga memiliki pendapat serupa, terutama karena potensi efek bahayanya pada remaja, mengingat semakin banyaknya anak muda, termasuk anak-anak, yang mengonsumsi rokok elektrik.

Bukti tentang manfaat rokok elektrik dalam membantu perokok aktif berhenti merokok masih bersifat teoritis dan tanpa bukti definitif. Baik American Lung Association maupun American Thoracic Society menyatakan bahwa bukti teori tersebut masih belum meyakinkan. Selain itu, WHO juga tidak mengakui rokok elektrik sebagai alat bantu yang sah untuk menghentikan kebiasaan merokok.

Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) sependapat dan menyatakan dengan terbuka untuk meninjau bukti baru tentang keamanan dan keefektifan vaping dalam membantu menghentikan kebiasaan merokok. Akan tetapi, pada saat ini, terdapat lebih banyak bukti yang menunjukkan bahaya dari rokok elektrik.

Mengapa Rokok Elektrik Berbahaya?

Liquid (cairan) dari rokok elektrik mengandung nikotin, aerosol, dan berbagai senyawa kimia lain yang berbahaya bagi tubuh. Nikotin adalah zat yang sangat adiktif dan terbukti bahwa konsumsi rokok elektrik berpotensi menjadi efek pintu gerbang ke arah konsumsi rokok konvensional dan obat-obatan terlarang lainnya. Semua penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Polandia menunjukkan hasil serupa, di mana mereka yang mengonsumsi vape lebih mungkin menjadi perokok aktif dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya.

Namun, seperti yang disebutkan sebelumnya, nikotin hanyalah puncak gunung es. Senyawa kimia yang terkandung di dalam rokok elektrik dikaitkan dengan berbagai penyakit paru-paru termasuk paru-paru kolaps dan bronkitis kronis. Ini tidak hanya dialami oleh pemakai, tetapi juga mereka yang menghirup uapnya. Dr. Aneez juga pernah mengoperasi pasien perokok elektrik yang menderita pneumotoraks.

“Salah satu senyawa kimia beracun yang terkandung dalam rokok elektrik adalah benzena, yang dapat memicu terjadinya kanker di seluruh organ tubuh dan bukan hanya paru-paru. Senyawa lain yang dipakai adalah formaldehida, senyawa kimia yang sangat beracun yang digunakan untuk membalsem jenazah,” ujar Dr. Aneez.

Haruskan rokok elektrik diizinkan beredar di Singapura?

Di Singapura, produk terapeutik diatur oleh Health Sciences Authority (HSA) dan sampai saat ini, belum ada pengajuan untuk mendaftarkan rokok elektrik sebagai alat bantu untuk menghentikan kebiasaan merokok.

Meski begitu, kekhawatiran tetap tinggi karena, secara praktik, hampir mustahil untuk membatasi penjualan rokok elektrik hanya pada perokok aktif. Risiko yang dibawa rokok elektrik dalam menarik pengguna baru, terutama anak remaja dan dewasa muda, akan terus menjadi pertimbangan utama. Untuk saat ini, penelitian lebih lanjut masih perlu dilakukan untuk mempelajari efek jangka pendek dan jangka panjang dari rokok elektrik. Nantinya kita akan melihat bagaimana HSA mengevaluasi manfaat rokok elektrik sebagai alat bantu berhenti merokok dibandingkan dengan risiko yang dibawa terhadap kesehatan masyarakat secara umum.

Vape memang mengandung campuran senyawa kimia berbahaya yang dapat memicu kanker, hanya saja kita belum mengetahui sepenuhnya risiko jangka panjangnya terhadap kanker dan efek kesehatan lainnya. Namun yang pasti, vaping akan merusak paru-paru kita akibat senyawa kimia yang kita hirup. Selain itu, rasa dan aroma dari vape dapat menyebabkan iritasi trakea serta inflamasi pada paru-paru dan kerongkongan.

Dari sudut pandang dokter bedah toraks, Dr. Aneez percaya bahwa kita harus menghindari rokok dan vape untuk mencegah kerusakan paru-paru dan hanya karena sesuatu dianggap lebih baik dari yang lain, bukan berarti hal itu baik untuk kesehatan kita.

Referensi:

8 World 8视界: 我国吸电子烟属非法行为 仍有年轻人公然吸食被抓获 Mengonsumsi Rokok Elektrik adalah Perbuatan Ilegal di Negara Kita, Tetapi Masih Banyak Anak Muda yang Kedapatan Merokok Secara Terbuka

Semua Hal Tentang Nikotin: Apa dan Mengapa Ia Berbahaya untuk Anda?

Nikotin, stimulan terkenal yang dipakai Sherlock Holmes untuk berhenti merokok dan berpikir lebih jernih, adalah senyawa kimia kontroversial yang memiliki manfaat untuk pengobatan serta efek samping yang berbahaya.

Kebiasaan merokok bersifat adiktif karena dua alasan utama, yaitu kebiasaan berulang memori otot untuk menggerakkan tangan ke mulut dan produksi endorfin, senyawa kimia yang diproduksi otak, sebagai respons terhadap stimulasi nikotin. Keduanya berkontribusi terhadap kecanduan rokok.

Oleh karena itu, untuk membantu perokok menghentikan kebiasaan merokok, perusahaan farmasi telah memperkenalkan produk-produk nikotin untuk membantu para perokok mengurangi kebiasaan mereka.

Meskipun hal ini mungkin menunjukkan bahwa plester/permen karet nikotin memang benar-benar aman, tetapi tetap perlu diresepkan oleh dokter dan apoteker. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Untuk lebih tepatnya, bisa dikatakan bahwa penggunaan plester dan permen nikotin lebih disarankan daripada merokok, tetapi nikotin itu sendiri tetaplah berbahaya bagi kita dalam banyak hal. Inilah alasan mengapa produk vape bebas asap yang mengandung nikotin dan zat aditif lainnya masih memberikan efek negatif terhadap kesehatan.

Apa itu Nikotin?

Nikotin adalah zat psikoaktif yang bekerja dengan mempercepat rangsangan saraf dari tubuh ke otak kita. Faktanya, nikotin adalah stimulan yang sangat kuat, jauh lebih kuat daripada kafein. Selain dikonsumsi untuk relaksasi melalui rokok atau vape, nikotin juga sudah dipakai untuk meningkatkan performa tubuh karena efek stimulannya. Namun, penggunaan nikotin untuk hal tersebut berbahaya karena potensinya dalam memicu ketergantungan hanya dalam beberapa hari.

Dampak kebiasaan merokok terhadap sistem pernapasan

Nikotin memengaruhi sistem pernapasan kita melalui tiga jalur.

Dampak paparan langsung terhadap Nikotin 

Merokok dapat menyebabkan emfisema pada perokok dan ditandai dengan sesak napas akibat kerusakan ruang udara di dalam paru-paru.

Dampak Nikotin terhadap Sistem Saraf Pusat (SSP)

Nikotin dan produk turunannya memengaruhi sistem saraf pusat (SSP) dengan menstimulasi refleks vagal dan ganglion parasimpatis. Hal ini menyebabkan kesulitan bernapas akibat dari bronkokonstriksi, yaitu penyempitan saluran udara pada paru-paru.

Dalam sebuah studi, nikotin disuntikkan ke otak pasien dan sinyal otak serta pola pernapasan pasien pun dipantau. Mereka yang diberi suntikan nikotin ke otak akan menunjukkan peningkatan frekuensi lonjakan sinyal yang mengarah pada ritme pernapasan yang lebih pendek dan cepat.

Risiko kanker

Ada beberapa penelitian yang mengaitkan nikotin dan produk turunannya dengan perkembangan tumor dan metastasis (penyebaran kanker) melalui berbagai mekanisme (misalnya peningkatan angiogenesis, yaitu pembentukan pembuluh darah baru). Intinya, hal ini berarti konsumsi nikotin dapat meningkatkan peluang tumor untuk tumbuh menjadi lebih besar dan meningkatkan kemungkinan penyebarannya dari paru-paru ke sistem organ lainnya.

Metastasis adalah fase kritis dari perkembangan kanker yang akan mengubah kanker stadium awal menjadi stadium lanjut yang mana lebih sulit untuk diobati. Nikotin akan semakin membantu perkembangan sel kanker dengan meningkatkan suplai darah dan aliran darah menuju sel yang sedang bertumbuh.

Dampak terhadap Sistem Kardiovaskular

Nikotin juga memiliki dampak buruk terhadap sistem kardiovaskular, yaitu dengan mengubah aliran darah dalam tubuh kita secara unik. Akibatnya, penggunaan nikotin dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit arteri koroner dan penyakit pembuluh darah karena jantung akan kekurangan nutrisi dan oksigen. Nikotin juga dapat menebalkan lapisan pembuluh darah dan otot polos pada jantung, yang selanjutnya akan membuat aliran darah di sekitar jantung menjadi terbatas.

Singkatnya, dampak tersebut dapat meningkatkan peluang terkena penyakit jantung dan penyakit kardiovaskular lain, seperti hipertensi (tekanan darah tinggi).

Dampak terhadap sistem organ lainnya

Selain paru-paru dan jantung, nikotin juga bisa berdampak buruk pada ginjal, sistem imun, reproduksi, dan fungsi penglihatan (mata) kita. Beberapa dampaknya meliputi:

Kesimpulan 

Sebagai kesimpulan, nikotin, baik dalam bentuk rokok atau produk lainnya, adalah zat berbahaya dan sebaiknya tidak dikonsumsi. Jika memang harus dikonsumsi, harus berada di bawah pengawasan dokter untuk membantu menghentikan kebiasan merokok dan bukan untuk penggunaan rekreasional karena banyak efek samping yang merugikan.

Portfolio Magazine: Hadirkan A-Game Anda dengan Dukungan Sains

Dryve TV: My Grandma Also Know - Thoracic Surgeon Shares Breathing Exercises You Can Do at Home