Semua Tentang Kanker Paru-Paru

Paru-paru adalah organ penting yang melakukan pertukaran udara dalam sistem organ tubuh kita. Oksigen diserap dan karbon dioksida dilepaskan. Fungsi ini penting untuk setiap sel yang hidup karena sel-sel ini hanya dapat beroperasi dengan baik dengan jumlah oksigen yang tepat. Jika darah tidak menerima cukup oksigen, akibatnya bisa fatal.

Itulah sebabnya paru-paru yang sehat berperan penting dalam keberlangsungan hidup yang panjang dan sehat. Paru-paru ini terbagi menjadi beberapa lobus dan kedua struktur paru-paru sama-sama terhubung dengan trakea.

Di dalam paru-paru, bronkus dan alveoli membantu proses transfer dan pertukaran udara. Kanker paru-paru dapat terjadi di bagian mana pun dari area ini. Sel kanker tidak hanya menghalangi jalur oksigen dan karbon dioksida, tetapi juga mengembangkan lepuh dan kantong berisi cairan di dalam paru-paru. Kondisi ini dapat memicu terjadinya banyak komplikasi pada paru-paru.

Selain itu, jika tidak ditangani tepat waktu, sel kanker bisa menyebar ke bagian lain dari tubuh. Karena itu, diperlukan pemeriksaan medis dan pengobatan yang tepat untuk mengobati penyakit ini.

Informasi umum tentang Kanker

Dalam semua jenis kanker, sel yang bermutasi tumbuh dengan cepat di dalam tubuh dan merusak sel-sel di sekitarnya. Pertumbuhan ini berbahaya bagi tubuh kita dan harus segera dihentikan. Ini bisa terjadi karena berbagai alasan, seperti usia, kebiasaan merokok, pola makan, dan riwayat kanker keluarga. Proses pemulihan tergantung pada stadium kanker dan jenis pengobatan yang dilakukan. Sel kanker dapat diangkat oleh dokter bedah jika bisa terdeteksi pada waktu yang tepat.

Kanker paru-paru dibagi ke dalam dua jenis utama, yaitu kanker paru-paru non-sel kecil dan kanker paru-paru sel kecil. Penamaan ini didasarkan pada ukuran sel kanker tersebut. Berikut penjelasan singkat mengenai kedua jenis kanker ini:

Kanker Paru-Paru Non-Sel Kecil

Ini adalah jenis kanker paru-paru yang umum terjadi. Jenis kanker ini selanjutnya dibagi menjadi tiga:

Kanker Paru-Paru Sel Kecil

Ini adalah jenis kanker kambuhan dan ditemukan pada sebagian kecil pasien. Sel kanker ini tumbuh dan menyebar lebih cepat daripada kanker paru-paru non-sel kecil dan biasanya diobati menggunakan terapi radiasi atau kemoterapi.

Apa saja gejalanya?

Kanker paru-paru memiliki beberapa gejala yang berbeda-beda pada setiap orang. Jika Anda menyadari gejala-gejala di bawah ini terjadi pada Anda, segeralah berkonsultasi kepada dokter: 

Diagnosis

Cek Fisik

Pada tahap awal, dokter akan memeriksa kesehatan pasien dan melihat gejala kanker paru-paru. Pasien mungkin akan diberikan obat-obatan tertentu dan petunjuk penanganan awal.

Pemindaian Digital

Beberapa jenis pemindaian akan dilakukan untuk mendeteksi kanker paru-paru, termasuk CT scan, rontgen, dan MRI. Pemeriksaan ini menghasilkan gambar organ dalam dan menampilkan hasilnya pada layar digital. Dengan cara ini, dokter dapat menemukan area yang terdampak. Skrining dini pada kanker paru-paru di Singapura menyediakan diagnosis yang lebih baik.

Biopsi

Ini adalah teknik pengambilan sampel jaringan. Dalam prosedur ini, sampel jaringan diambil dari area tertentu yang kemudian diteliti lebih lanjut di laboratorium.

Bagaimana Kanker Paru-Paru disembuhkan?

Pengobatan terhadap kanker paru-paru dibedakan untuk kanker paru-paru non-sel kecil dan kanker paru-paru sel kecil. Prosedur yang dijalankan juga bergantung pada stadium kanker. Pada stadium lanjut, dokter akan semakin sulit untuk mengangkat seluruh kanker dan menghentikan pertumbuhannya.

Dalam banyak kasus, tindakan operasi dilakukan untuk mengangkat bagian tertentu dari paru-paru. Ini adalah pilihan pertama yang akan diambil oleh kebanyakan dokter bedah. Namun terkadang, dokter bedah juga akan mengangkat seluruh paru-paru dari tubuh pasien.

Selain operasi, ada beberapa metode lain untuk mengobati kanker paru-paru. Metode-metode tersebut adalah:

Di mana bisa menemukan dokter spesialis kanker paru-paru di Singapura?

Kanker paru-paru memerlukan pengobatan yang tepat untuk mencegah pertumbuhan sel kanker lebih lanjut di dalam tubuh. Seorang dokter spesialis kanker paru-paru di Singapura dapat membantu Anda mengatasi kondisi ini. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan Dokter Bedah Paru-Paru di Singapura dan tanyakan tentang prosedur pengangkatan kanker paru-paru secara lengkap. Dalam berbagai situasi, dokter spesialis paru-paru di Singapura memiliki alat dan wawasan untuk memeriksa masalah Anda.

THE STRAITS TIMES: VAPING MERUSAK DAN TIDAK KEREN, KATA DOKTER PARU-PARU


Source: The Straits Times © Singapore Press Holdings Limited. Permission required for reproduction.

Yoga untuk Masa Pra & Pasca Operasi Toraks

Bagaimana Yoga dapat Membantu Sistem Pernapasan

Sistem pernapasan adalah salah satu bagian terpenting dalam tubuh, yang terdiri dari organ dan jaringan seperti saluran udara, paru-paru, dan pembuluh darah, yang membantu Anda bernapas. Organ-organ ini bekerja sama untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh dan mengeluarkan karbondioksida melalui darah. Dalam sistem pernapasan, apa pun yang menghambat atau menghentikan aliran oksigen akan menyebabkan rangkaian peristiwa negatif, atau bahkan kematian. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesehatan paru-paru dan sistem pernapasan kita.

Sudah terbukti bahwa latihan yoga memiliki cukup manfaat terhadap sistem pernapasan. Salah satunya adalah seperti Pranayama, metode yang dapat meningkatkan asupan oksigen Anda hingga lima kali lipat. Ketika darah yang kaya oksigen dikirim ke otak, jantung, paru-paru, dan organ pencernaan, ini akan memungkinkan organ berfungsi lebih baik dan meningkatkan kesehatan Anda. Pernapasan dalam juga dapat membantu tubuh membuang racun, dan dengan latihan teratur, dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi masalah pada sistem pernapasan, seperti asma, sinusitis, sesak napas, hay fever (rhinitis alergi), dan berbagai macam alergi.

Selain latihan pernapasan, terdapat juga gerakan yoga yang mengaktifkan otot tubuh dan melancarkan aliran darah sehingga paru-paru dapat mengembang dan memungkinkan oksigen terdistribusi ke seluruh tubuh. Postur terbalik (inverted postures) memungkinkan sirkulasi darah berubah secara drastis ke seluruh tubuh, membuat jantung menerima suplai darah yang lebih banyak karena pengaruh gravitasi. Gerakan ini juga memanfaatkan area "ruang kosong" di paru-paru yang biasanya tidak aktif akibat ketegangan emosional, postur tubuh yang buruk, dan faktor lingkungan.

Restoratif Yoga untuk Pemulihan Pasca Operasi Toraks

Restoratif yoga adalah jenis yoga yang berfokus pada pelepasan ketegangan pikiran dan tubuh sesuai kebutuhan yang dititik beratkan pada pernapasan dan penggunaan alat bantu. Gerakan ini merupakan praktik meditasi yang memanfaatkan alat bantu seperti tali, guling, bantal, dan selimut. Berbeda dengan vinyasa dan yoga kardio yang intens, restoratif yoga jauh lebih lembut karena tujuan utamanya adalah untuk relaksasi, yaitu mengaktifkan sistem saraf parasimpatis. "Istirahat & pemulihan" adalah aspek dari sistem sensorik otonom kita yang mendukung pemulihan siklus tubuh, seperti perbaikan jaringan dan tidur.

Latihan ini juga dapat membantu menenangkan hormon stres yang memengaruhi sistem saraf, meningkatkan sistem imun tubuh, meningkatkan fleksibilitas, memperbaiki suasana hati, dan memperkuat kemampuan tubuh untuk memulihkan diri. Studi menunjukkan bahwa menerapkan latihan berbasis restoratif yoga karena manfaat fisiologisnya, dapat mempercepat waktu pemulihan, misalnya setelah operasi. Memastikan otot dan darah kita memperoleh aliran oksigen adalah kunci untuk sistem kekebalan tubuh yang sehat. Oleh karena itu, restoratif yoga menjadi cara yang brilian untuk melatih kontrol pernapasan, yang membantu memperluas kapasitas paru-paru, sehingga meningkatkan efisiensi distribusi oksigen ke aliran darah dan otot.

Saat berlatih restoratif yoga, setiap asana (pose) ditahan jauh lebih lama dibandingkan yin yoga, biasanya sekitar 8-10 menit. Hal ini memungkinkan otot Anda untuk rileks dan mempermudah peregangan, sehingga peregangan menjadi lebih efektif. Asana dalam restoratif yoga umumnya cukup mudah dan dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan individu, sehingga siapa saja dapat mempraktikkan gaya yoga ini. Mengambil napas dalam-dalam selama melakukan asana adalah kunci untuk mendapatkan semua manfaat dari latihan ini. Berbagai teknik pernapasan seperti Pranayama dapat digunakan, tetapi fokus utamanya adalah menarik napas dalam-dalam, mudah, dan disengaja, karena cara ini akan memberikan hasil yang lebih baik. Anda dapat memilih untuk berlatih dengan teknik Pranayama atau teknik pernapasan lainnya.

Di bawah ini adalah empat asana restoratif yoga yang efektif yang akan memberi manfaat besar pada paru-paru dan kesehatan Anda secara menyeluruh. Namun perlu diingat, walaupun latihan lembut ini aman untuk kebanyakan orang, sebaiknya konsultasikan lebih dulu dengan dokter Anda jika Anda sedang dalam proses pemulihan pasca operasi atau cedera.

Pernapasan Diafragma (opsional: disertai dengan Meditasi Mantra)

Salah satu asana yang paling efektif untuk proses pemulihan adalah pernapasan diafragma dan hanya membutuhkan waktu 90 detik untuk gerakan bernapas dalam dengan intensi. Cara ini secara perlahan akan menurunkan denyut jantung dan tekanan darah Anda, sekaligus memulihkan fungsi sistem saraf, peredaran darah, dan sistem endokrin yang mendukung relaksasi dan pemulihan.

Ambillah posisi berbaring yang nyaman dengan guling yoga di bawah betis Anda untuk menaikkannya di atas jantung. Untuk memulai pernapasan diafragma, fokuskan perhatian Anda hanya pada paru-paru. Saat Anda menarik napas dalam, pastikan tulang rusuk bagian bawah Anda berputar ke luar, mengembang ke arah luar. Saat Anda menghembuskan napas sepenuhnya keluar, tulang rusuk Anda harus berputar ke dalam, bergerak ke dalam dan ke bawah.

Langkah selanjutnya bersifat opsional. Setelah Anda mendapatkan ritme pernapasan yang dalam, lambat, dan panjang, Anda bisa mulai melantunkan mantra yang selaras dengan setiap inhalasi dan ekshalasi. Mantra ini terdiri dari frasa yang bertujuan untuk membantu membentuk pikiran positif. Setelah Anda memilih mantra Anda, ambil napas yang dalam dan panjang sebanyak 10 kali atau lebih sembari mengulangi mantra Anda dalam ritme yang sama dengan pernapasan Anda.

Supported Fish Pose

Berbaringlah perlahan di atas guling atau bantal besar sehingga bahu, seluruh punggung, leher, dan kepala Anda tertopang. Setelah merasa nyaman dan tidak ada ketegangan di punggung bagian bawah, Anda bisa meluruskan kedua kaki ke lantai, atau modifikasi gerakan ini dengan menekuk kedua lutut Anda. Lebarkan kedua lengan ke samping untuk membuka dada Anda lebih maksimal.

Dengan mengambil napas dalam-dalam, pose ini akan melepaskan ketegangan pada dada, leher, bahu, dan membuatnya rileks. Pertahankan posisi ini dengan nyaman selama 10 kali napas atau lebih. Setelah mendapat izin dokter, pose ini bermanfaat untuk melepaskan jaringan parut dan perlengketan secara lembut pada pasien yang sedang dalam masa pemulihan operasi paru-paru, jantung, dan payudara. Kuncinya adalah tidak boleh ada pose yang membuat Anda merasa cemas atau khawatir, karena jika demikian, berpindahlah dari pose tersebut.

Pose Kaki di Dinding

Viparita Karani, yang juga dikenal sebagai pose kaki di dinding, adalah salah satu pose restoratif yoga yang paling disukai. Dengan mengangkat kaki di atas jantung, mengubah aliran gravitasi, pose ini membantu melancarkan aliran darah vena sehingga mengurangi pembengkakan.

Untuk memasuki pose ini, duduklah dengan nyaman di lantai atau di tempat tidur dengan memberi bahu kanan dan pinggul Anda jarak beberapa sentimeter dari dinding. Secara perlahan, berbaringlah di bahu kiri Anda dan ayunkan kaki ke atas dinding dengan punggung dan kepala tergeletak di atas lantai atau tempat tidur. Anda selalu dapat memodifikasi gerakan ini dengan meletakkan kaki di kursi dengan lutut ditekuk atau di kepala tempat tidur. Untuk modifikasi lebih lanjut, letakkan bantal atau selimut terlipat di bawah kepala dan/atau pinggul Anda. Tetaplah berada dalam pose ini selama 10 tarikan napas dalam dan panjang atau lebih.

Relaksasi Otot Progresif

Lebih dari sekadar pose yoga, ini adalah teknik relaksasi yang bisa dilakukan sambil duduk, berdiri, atau berbaring. Idenya adalah untuk menegangkan tubuh Anda secara bertahap untuk menciptakan rasa relaksasi di seluruh tubuh. Pastikan untuk memasukkan langkah ini dalam pernapasan diafragma dan terus lakukan terus sepanjang waktu. Tarik napas dalam dan kerutkan wajah Anda sekuat mungkin sebelum menghembuskan napas untuk melepaskan ketegangan sehingga memungkinkan wajah dan rahang Anda menjadi rileks.

Tarik napas yang dalam sekali lagi dan tahan napas sambil menciptakan ketegangan di dada, punggung atas, serta leher sebelum menghembuskannya secara perlahan agar lepas sepenuhnya. Tarik napas dalam-dalam dan kepalkan tangan Anda, tegangkan semua otot dan sendi di lengan dan jari sebanyak mungkin sebelum menghembuskan napas dan membuka kepalan tangan.

Tarik napas yang dalam dan kencangkan semua otot panggul Anda serta otot bokong sambil menegangkan perut sebelum menghembuskannya secara perlahan untuk melepaskan ketegangannya. Menarik napas sambil menekuk jari kaki dapat mengaktifkan semua otot kaki Anda sebelum menghembuskannya untuk melepaskan dan mengendurkan otot. Beristirahatlah dalam keadaan rileks penuh dan ambil 10 napas dalam atau lebih.

Yoga Pra Operasi Toraks

Yoga sudah dikenal bermanfaat untuk meningkatkan sistem imun tubuh, membangun kekuatan dan fleksibilitas tubuh, serta membantu detoksifikasi organ dalam. Latihan yoga, terutama, bermanfaat bagi pasien sebelum menjalani operasi karena yoga menyediakan teknik untuk melawan stres dan kecemasan serta efek samping seperti sembelit dan kelelahan. Yoga membantu menjaga aliran oksigen tetap lancar dan teknik pernapasannya dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan.

Di bawah ini adalah beberapa asana (pose) yang dapat Anda latih untuk membantu memperkuat otot dada yang dapat meningkatkan kesehatan dan fungsi paru-paru. Namun perlu diingat, walaupun latihan lembut ini aman untuk kebanyakan orang, sebaiknya konsultasikan lebih dulu dengan dokter Anda untuk mendapatkan persetujuan.

Duduklah dengan posisi sila biasa dan pegang pergelangan tangan kiri Anda dengan tangan kanan di belakang punggung. Tarik napas dalam sambil menarik bahu Anda ke belakang secara perlahan dan rentangkan dada Anda. Hembuskan napas dan condongkan tubuh ke depan perlahan sejauh mungkin, cobalah sentuhkan dahi Anda ke lutut kanan. Tarik napas lagi dan angkat tubuh Anda kembali ke posisi awal. Sekarang ulangi untuk sisi lainnya dengan mencoba menempelkan dahi Anda ke lutut kiri.

Asana ini sangat penting untuk paru-paru karena membantu memperlancar aliran darah dan membuang racun berbahaya dari otot paru-paru. Gerakan ini juga dapat membantu mengatasi gangguan pernapasan, batuk, dan gejala pilek.

Berbaringlah dengan posisi tengkurap di lantai dengan dahi menempel pada matras. Letakkan kedua siku di samping tulang rusuk Anda, dengan telapak tangan menempel pada lantai. Dengan perlahan, tarik napas dalam-dalam dan dorong tubuh ke atas, angkat tubuh bagian atas sambil meregangkan otot punggung dan perut. Anda bisa mendongakkan kepala ke belakang, tetapi pastikan leher Anda aman. Luruskan lengan Anda sejauh mungkin dan tahan pose ini selama sekitar 15-30 detik sebelum menghembuskan napas dan melepaskan pose.

Pose ini membantu meregangkan dada dan paru-paru serta memperkuat tulang belakang dan meredakan gejala asma.

Berbaringlah dengan posisi telentang secara perlahan dengan lutut ditekuk (modifikasi) atau dengan kedua kaki direntangkan ke depan. Letakkan kedua siku di samping tulang rusuk Anda sebelum menarik napas dan mengangkat dada ke atas dengan mengangkat tulang belikat, tulang punggung tengah (thoracic spine), dan tulang dada (sternum) ke arah langit-langit sebelum kemudian dongakkan kepala Anda dengan lembut ke belakang dan sentuhkan ujung kepala ke matras. Tetaplah bernapas dalam dan teratur untuk membuka area dada. Sebagai modifikasi, Anda bisa menggunakan bantal yoga di bawah tulang belakang dan kepala untuk membantu menyeimbangkan tubuh jika siku Anda terasa terlalu terbebani. Tahan pose ini selama Anda merasa nyaman sebelum perlahan kembali ke posisi telentang.

Pose Ikan mendorong pernapasan dalam dengan cara meregangkan dan memperkuat otot paru-paru serta meningkatkan sirkulasi dan distribusi darah ke seluruh tubuh.

Duduklah senyaman mungkin dengan punggung tegak dan kedua kaki terentang ke depan. Tarik napas dan tekuk lutut kanan, posisikan telapak kaki kanan di samping pinggul kiri Anda. Hembuskan napas dan selipkan kaki kiri Anda di bawah pinggul kanan. Tarik napas dan letakkan tangan kanan Anda di atas kaki kiri dan tangan kiri di belakang Anda. Hembuskan napas dan putar tubuh secara perlahan ke kiri, arahkan pandangan ke bahu kiri Anda. Pastikan tulang punggung Anda tetap tegak saat Anda menahan pose ini selama 30 detik, sambil menarik napas dalam dan perlahan. Secara perlahan, lepaskan pose tersebut dan ulangi untuk sisi lainnya.

Pose ini cukup efektif untuk meredakan kondisi sulit bernapas karena putaran badan memicu pernapasan dalam, sehingga membuat otot paru-paru kembali aktif dan membantu meningkatkan sirkulasi oksigen di dalam rongga paru-paru.

Kesimpulannya, teknik yoga kuno ini tidak hanya bermanfaat untuk menyeimbangkan kebutuhan fisik dan mental kita, tetapi juga terbukti dapat meningkatkan fungsi tubuh kita. Pasien yang telah atau akan menjalani operasi toraks akan sangat terbantu dengan latihan yoga karena dapat meningkatkan fungsi paru-paru dan aliran darah ke seluruh tubuh.

LIANHE ZAOBAO: 不同阶段肺癌治疗大不同


Source: Lianhe Zaobao © Singapore Press Holdings Limited. Permission required for reproduction.

Operasi Kardiotoraks - Semua yang Perlu Anda Tahu

There was a specific surgical discipline of thoracic surgery by 1940. Its main focus was tuberculosis and bronchiectasis. It gradually evolved as a surgical treatment of organs inside the chest and rib cage that mainly includes lung (lung diseases), esophagus, and thymus. 

Oftentimes, thoracic surgery is interchangeably used with cardiothoracic surgery and cardiovascular surgery. However, all three of them are separate medical specialties and focus on different organs and human diseases. So, it would be wrong to call them one.

Who Performs Thoracic Surgeries? 

All surgeries that come under the umbrella of thoracic surgery are performed by highly-qualified and experienced thoracic surgeons or lung specialists. 

At our thoracic surgery center (ICTS), DR. Aneej performs most of the thoracic surgeries. He is a senior thoracic surgeon with several years of experience in various thoracic surgeries. He is a well-known robot-assisted specialist of cardiothoracic surgery in Singapore. By now, he has successfully performed a large number of thoracic and robotic surgeries at ICTS.

Typically, a  thoracic surgeon is someone who pursues years of medical education and training to become a fully qualified thoracic surgeon. It comprises an undergraduate degree (in pre-med), a medical degree, and years of practice.

What Diseases and Conditions Does Thoracic Surgery Deal With? 

As we mentioned above, thoracic surgery deals with the organs inside the thorax (the chest) and rib cage. That means, it mainly treats lung, esophagus, thymus, and trachea related diseases. Such diseases include:

What are the Possible Symptoms of Thoracic Diseases? 

Thoracic diseases have different symptoms depending on what type of disease or medical condition it is. It also depends on the stage of the disease. They may be different for men and women as they depend on various factors. 

Let’s check out some most common lung diseases and their possible signs and symptoms. 

Symptoms for Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD)

Chronic Obstructive Pulmonary Disease is commonly referred to as COPD. It is a group of progressive lung diseases that mainly includes emphysema and chronic bronchitis. This lung disease blocks airflow and makes it difficult to breathe for the patient. The possible signs and symptoms of Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) include:

Symptoms for Lung Cancer 

Lung cancer is a life-threatening lung disease. It is the leading cause of cancer deaths in the world. It is a type of cancer that begins in the lungs due to the uncontrollable growth of cells. Mainly, it occurs in those people who smoke and consume certain toxins. However, it can also occur in those people who have never smoked. It is a condition in which cells grow out of control. 

The possible signs and symptoms for lung cancer often do not appear in the initial stage, but once it gets advanced, patients may experience:

Symptoms of Pleural Effusion

Pleural effusion is also referred to as “water on lungs” or “fluid in the chest”. There is an excessive fluid build-up between the tissues that line the lungs and the chest. 

The possible signs and symptoms of pleural effusion are:

Symptoms of Pneumothorax

Pneumothorax is a collapsed lung. It is a condition in which air leaks into the space between the lung and chest wall. This leaked air puts pressure on the outside of your lung and makes it collapse. 

The possible signs and symptoms of pleural effusion are:

Symptoms of Oesophageal Cancer

Oesophageal Cancer is a type of cancer that occurs anywhere in the esophagus (sometimes called food pipe or gullet). The esophagus is a tube that connects your mouth to your stomach. Oesophageal Cancer mainly occurs due to smoking and acidic reflux in your body. 

The possible signs and symptoms of Oesophageal Cancer are:

Symptoms of Pulmonary Nodules

Pulmonary Nodules are also called “Lung Nodules.” They are round-shaped small masses of tissue in the lungs. They can be spotted as round-shaped shadows on a chest X-Ray or computerized tomography. They can be cancerous. 

The possible signs and symptoms of Pulmonary Nodules include:

Symptoms of Thymoma and Thymic Carcinoma

Thymoma and thymic carcinoma are conditions in which malignant cells form on the outside surface of the thymus (a small organ that lies in the upper chest under the breastbone). 

The patients with thymoma and thymic carcinoma do not have many symptoms. But they may experience the following symptoms:

What are the Most Common Causes of Lung Diseases?

Different types of lung diseases occur due to different reasons. However, there are certain causes that are common for most lung diseases. Let’s check out those common causes of lung diseases.  

The Most Common Causes of Lung Diseases

Types of Lung Screening and Lung Surgeries A Thoracic Surgeon Performs

A thoracic surgeon performs different types of lung screening and surgeries for different lung diseases. A few of them are as follows: 

Early CT-CDT Screening 

Early CT-CDT lung screening is simply screening of your lungs to detect if you have any lung disease such as lung cancer. In this process, firstly, a thoracic surgeon performs a consultation session with you to discuss your problem and explain to you about the whole screening process. After that, the surgeon tests your blood to identify if you have an increased risk of lung cancer. He/she also performs low-dose computed tomography (CT-Scan) to see the detailed image of your lungs and to identify if you have any lung disease. This scan is painless and done within a minute. After performing blood tests and scans, the surgeon reviews your scans and prepares a final report for further procedures. 

Open Surgery For Lung Diseases 

Open surgery for lung diseases is a type of surgery where a thoracic surgeon makes a cut in particular part of the chest of the patient, opens the chest, then performs the surgery on the lungs, esophagus, thymus, or trachea as required. This is the traditional method of lung surgery. According to Wikipedia, it was discovered by Wilfred G. Bigelow of the University of Toronto. 

These types of surgeries have certain limitations and pose risks such as:

Minimally-Invasive Surgery 

As the name suggests, minimally-invasive surgery is a method of performing different surgical treatments with less blood loss, less pain, small incisions, a shorter hospital stay, and fewer complications. It is a recently developed and discovered method of performing surgical treatments. 

In this surgery, a surgeon uses different techniques and tools to minimize the possible damages to the patient's body. Robot-assisted or robotic surgery is one of the best and fastest adopted minimally-invasive surgeries.

In robotic surgery, a surgeon performs various surgeries using robots or machines. This leads to fewer damages to the patient’s body. 

This is useful for both the patients and surgeons. Here are a few advantages of robotic surgery.

Advantages of Robotic Surgery for Patients

Advantages of Robotic Surgery for Surgeons 

These are some of the widely adopted lung screening methods and lung surgeries that thoracic surgeons perform for different types of surgical treatments of lung, trachea, thymus, and esophagus related diseases. 

In the end, we hope this piece of comprehensive reading has been informative and useful for you. For such health and medical field related information, stay in touch with us.

Hiperhidrosis - Penyebab, Gejala, dan Penanganan

Have you ever noticed yourself sweating too much despite not performing any physical activity and not having any type of stress? If yes, it may be a sign of hyperhidrosis. Now, you might be wondering what hyperhidrosis is. Alright, if you want to know, we are here to explain it to you. 

In this piece of writing, you will explore almost everything important about hyperhidrosis, its causes, Its symptoms, and its treatments and medications. Let’s start with the basics of hyperhidrosis. 

What is Hyperhidrosis?  

Hyperhidrosis is a condition that causes abnormal excessive sweating either in the whole body or in some specific areas of the body like the palm, feet, and armpits. It does not necessarily happen due to performing physical activity or having too much stress and being anxious. It usually happens abnormally in the daylight. 

In this condition, you may sweat too much and it is possible that your clothes get completely wet and the sweat drips off your fingertip. This is not a life-threatening condition, but yes, it can cause social anxiety, stress, and embarrassment. And that’s why you must consult with a specialist doctor if you ever experience excessive sweating. 

Different Types Of Hyperhidrosis

Primarily, there are two types of hyperhidrosis that are:

Primary Hyperhidrosis- This type of hyperhidrosis is more common than secondary hyperhidrosis. It is a condition that causes abnormal excessive sweating without any underlying medical condition. The causes cannot be easily identified in this condition. However, the medical experts estimate that it may be hereditary as normally it occurs in childhood and after puberty. 

The following may trigger primary hyperhidrosis’ symptoms.

Secondary Hyperhidrosis- This type of hyperhidrosis is more common in adults. It is a condition that causes abnormal excessive sweating due to an underlying medical condition or due to consuming prescribed medicines and supplements that pose certain side effects.

Focal Hyperhidrosis and Generalized Hyperhidrosis

Focal hyperhidrosis is a condition in which excessive sweating is localized, meaning it occurs in specific areas such as hands, palms, armpits, feet, groin, and under the breast. This is considerably more common than generalized hyperhidrosis. 

Generalized hyperhidrosis is a condition in which excessive sweating affects the entire body. 

What are The Causes of Hyperhidrosis (Excessive Sweating)?

Sweating is a natural process of the human body system to cool itself. It occurs when the human body’s temperature rises. Normally, the human body’s temperature rises due to performing hardcore physical activities (such as running, exercising, lifting, pulling, etc.). Stress, anxiety, and warm weather may also increase the human body's temperature. So, these are some situations that trigger sweating. 

But if we talk about excessive sweating, there are two different scenarios.

First- Primary Hyperhidrosis (Excessive Sweating)

In this case, medical causes are unknown. As we mentioned earlier, it may be hereditary. 

Second- Secondary Hyperhidrosis (Excessive Sweating)

In this case, the causes can be identified. 

The following medical conditions and diseases may trigger secondary hyperhidrosis. 

What Are The Symptoms of Hyperhidrosis? 

Of course, excessive sweating itself is a sign or symptom of hyperhidrosis. Putting it into more detail, the symptoms of hyperhidrosis are: 

This much wetness can lead to the following problems. 

These symptoms can be noticed in the day, not during sleeping hours in the night. The reasons are unknown behind this. 

The Seriousness of These Symptoms

These symptoms seem like a minor issue. However, it is not so. They are dangerous if they strike the mental health of the patients. When the patients notice these symptoms in their bodies, they feel embarrassed. And they break up from inside when they face awful reactions and comments from people due to their excessive sweating problem. They start maintaining distance from other persons, want to live alone for a longer time, and always think about how to face people. This type of situation puts them into deep sadness which turns into serious diseases. So, you should never take it lightly. You should consult a specialized doctor and take treatment and medications as soon as possible. 

Diagnosis, Treatments, and Medications 

When you will meet a specialized doctor, he/she may ask you to show your medical history and symptoms. You will have to show him if you have any. It is important because your doctor will determine whether or not your excessive sweating condition is linked to your chronic disease. He may also ask you for a few tests such as urine tests, blood tests, sweat tests, and other lab tests for further evaluation of your condition. These tests, medical history, and symptoms will help your doctor find out the possible causes behind your excessive sweating condition. 

He may also ask you several questions such as:

You will have to rightly answer all these questions so that your doctor can determine what type of treatment, surgery, and medications are the most suitable for you.

He may initially try to find out whether it is primary hyperhidrosis or secondary hyperhidrosis. If it is primary hyperhidrosis, he may try to find if it is hereditary. And if it is secondary hyperhidrosis, he will try to find if any underlying medical condition is the reason behind your excessive sweating condition. For this, he may check for low blood sugar (hypoglycemia) and overactive thyroid (hyperthyroidism) by taking your blood and urine samples. 

Treatments

If the doctor will find any underlying condition causing your hyperhidrosis, he will treat that first. If any causes cannot be identified, he will try to control the excessive sweating by different treatments and medications. 

Here are some treatments for hyperhidrosis.

Sympathectomy Surgery 

According to the medical experts, this hyperhidrosis surgery Singapore is a permanent solution to axillary hyperhidrosis (sweaty underarms) and palmar hyperhidrosis (sweaty palms). During this surgery, a surgeon cuts or burns the spinal nerve that carries a message to the sweat glands to control the overproduction of sweat in hands and armpits.  

Microwave Therapy 

During this therapy, a device delivers high wave energy at sweat glands thereby destroying them. Normally, this treatment requires 20-30 sessions. 

Sweat Glands Removal

This is an appropriate treatment if the patient only has excessive sweating in his armpits. In this treatment, a minimally invasive technique called suction curettage is used to remove the sweat glands. 

Neurotoxin Therapy

In this treatment, neurotoxins injections are given to the patient at sweat glands to block the nerves that trigger the sweat glands for sweat production. This treatment provides temporary relief to the patient for up to at least six months. For receiving effective results, a patient may need a series of neurotoxins injections. 

Medications and Natural Remedies

Antiperspirants- Antiperspirants can be temporary solutions for hyperhidrosis. Your doctor may suggest prescription or non-prescription antiperspirants such as aluminum chloride. This can be combined with topically applied creams for receiving effective results.

A Prescription Cream- A prescription cream may help you get relief from the face and head excessive sweating. It contains glycopyrrolate. 

Nerve-Blocking Medicines- Some medicines and drugs focus on blocking the certain nerves that trigger the sweat glands for sweat production. These medicines can help in specific cases. 

Medicines to Treat Underlying Medical Condition- When your hyperhidrosis is linked with an underlying condition, the doctor provides you those medicines and drugs that can treat your underlying medical condition. The underlying medical conditions can involve overactive thyroid, low blood sugar, heart diseases, diabetes, hormone imbalance, etc. Once the doctor treats your underlying medical condition, then he again examines the hyperhidrosis to see if there are more medications or treatment required. 

Antidepressants- In some cases, your doctor may prescribe you some antidepressants to reduce your depression level. This can also help you reduce sweat production in specific areas of your body or the entire body. 

That’s almost all the important things you must know about hyperhidrosis. If you ever face hyperhidrosis, you should not ignore it considering it a minor issue, rather you should meet a specialist doctor as soon as possible. We hope this reading has been interesting and informative for you. For such more information, keep in touch with us. 

MONEY FM 89.3: DR ANEEZ AHMED, THE INTERNATIONAL CENTRE FOR THORACIC SURGERY