
Istilah Myasthenia Gravis (MG) diambil dari bahasa Latin yang berarti "kelemahan otot parah". Kondisi ini disebabkan oleh penyakit autoimun yang membuat otot-otot melemah dan semakin lemah ketika tubuh melakukan aktivitas fisik. Saat bangun tidur, penderita myasthenia gravis merasa baik-baik saja, tetapi akan merasa lebih cepat lelah saat beraktivitas sepanjang hari. Namun, penderita akan membaik dengan beristirahat. Di Singapura, penyakit myasthenia gravis biasanya didapati pada perempuan berusia di bawah 30 tahun dan laki-laki di atas 60 tahun.
Ada 3 tipe utama myasthenia gravis. Tipe pertama adalah myasthenia gravis umum yang mempengaruhi seluruh tubuh. Kondisi ini menyebabkan kelemahan pada otot mata, tenggorokan, dinding dada, dan limb (anggota gerak tubuh) yang mengakibatkan ptosis (kelopak mata turun), sulit menelan, susah bernafas, dan sulit bergerak secara lancar.
Kedua, myasthenia gravis okular, yang lebih sering berdampak pada otot mata dan mengakibatkan ptosis serta penglihatan kabur/ganda. Kondisi ini jarang terjadi karena biasanya pasien juga mengalaminya saat mengidap myasthenia gravis umum.

Terakhir, terdapat pula kondisi di mana MG berkaitan erat dengan timoma, yaitu tumor yang disebabkan oleh kanker kelenjar timus. Penelitian telah menunjukkan bahwa 20-30% pasien yang mengidap timoma juga menderita myasthenia gravis.
Tingkat keparahan penyakit ini bisa naik turun, tetapi dapat diperparah dengan aktivitas fisik, jenis pengobatan tertentu, penyakit lain, atau kehamilan. Itulah mengapa, penderita sangat disarankan untuk berkonsultasi ke dokter spesialis di Singapura.
Pasien biasanya akan mengalami lemah otot mata yang akan menyebar ke otot-otot tubuh lainnya seiring berjalannya waktu. Gejalanya meliputi:

Diagnosis terhadap myasthenia gravis sangat bergantung pada rekam medis pasien dan pemeriksaan fisik. Di bawah ini adalah beberapa tes yang akan dilakukan oleh dokter:
Ini adalah obat yang bisa menolong pasien dengan myasthenia gravis ringan dengan cara mencegah pemecahan molekul ACh yang meningkatkan kemampuan otot untuk kontraksi. Obat yang paling sering dianjurkan adalah piridostigmin.
Imunosupresan adalah obat yang menekan sistem imun tubuh, sehingga mengurangi produksi antibodi yang mengganggu fungsi otot. Obat yang paling umum dipakai adalah steroid sebagai lini pertama. Kemudian, imunosupresan yang lebih kuat/keras digunakan untuk mengontrol gejalanya. Ini adalah pengobatan yang diberikan bagi penderita myasthenia gravis serius dikarenakan potensi efek samping yang merugikan akibat sistem imun yang tertekan.
Timektomi adalah operasi untuk mengangkat kelenjar timus. Di tempat kami, operasi ini dilakukan dengan prosedur bedah dengan bantuan robot, di mana pasien dioperasi dengan 3-4 sayatan kecil (8 mm) dan biasanya dipulangkan dalam 1 hingga 2 hari. Dengan menggunakan platform bedah yang lebih canggih, kami dapat beralih dari metode konvensional yang dilakukan dengan median sternotomy (membuat akses ke jantung atau bagian tubuh lain yang dilindungi tulang dada). Jika Anda terindikasi tumor, dokter bedah akan mendiskusikan pilihan-pilihan terbaik dalam kasus Anda. Semakin dini operasi dilakukan setelah gejala timbul, semakin baik pula peluang peningkatan hasil remisi (tanda gejala kanker akan hilang atau kambuh kembali).
Plasma darah menyusun lebih dari 90% kandungan darah dan mengalirkan antibodi yang dihasilkan oleh tubuh. Pada dasarnya, proses plasmapheresis mengganti plasma darah pasien dengan plasma darah donor untuk menghilangkan antibodi yang mengganggu reseptor otot dalam darah.
IVIg (infus imunoglobulin intravena) dapat memodifikasi sistem kekebalan tubuh dan mengurangi dampak autoantibodi kausatif pada MG. Metode ini digunakan untuk mengobati MG dengan keparahan akut, terutama jika sudah melibatkan sistem pernapasan.
Bagi pasien MG, pola hidup sehat dan edukasi tentang penyakitnya dapat memaksimalkan penanganan. Beberapa cara terbaik untuk melakukannya meliputi:

