
Malignant Pleural Mesothelioma (MPM) [Kanker Mesothelioma Pleura Ganas] adalah jenis kanker langka yang muncul di dalam pleura (selaput jaringan tipis) yang melapisi rongga dada dan membungkus paru-paru, atau pada peritoneum, selaput tipis yang melapisi perut dan membungkus organ dalam. Pengobatan mesothelioma oleh dokter spesialis di Singapura adalah satu-satunya cara untuk mencegah penyebaran kanker ini dan menangani kondisi terkini dari pasien.
Mesothelioma adalah jenis kanker yang langka dan muncul karena paparan serat asbes, yang mana terjadi pada masa pembangunan di setiap negara. Di Singapura, paparan serat asbes mencapai puncaknya antara tahun 1960-1990, dan di negara ASEAN lain paparannya masih berlangsung seiring dengan pertumbuhan tiap negara pada tingkat yang berbeda-beda.
Penggunaan asbes masih sering ditemukan di struktur bangunan-bangunan lama. Jika struktur bangunan tersebut tidak stabil dan goyah, serat-serat yang merusak/beracun ini dapat terbang ke udara. Penting untuk mengetahui bahwa asbes masih sering dipakai sebagai bahan manufaktur, seperti bantalan rem, material atap, ubin vinil, dan sebagian pipa semen. Serat asbes juga bisa ditemukan di dalam formasi batuan tertentu dan bisa lepas ke udara saat proses penambangan.

Mesothelioma biasanya disebabkan karena menghirup serat asbes dan itu bisa terjadi sebagai risiko dari pekerjaan seseorang, seperti pembuatan kapal, tukang cat semprot, tukang ledeng, dan perusahaan otomotif. Ada 2 tipe serat asbes, dan serat warna biru (serat amfibolik) adalah yang paling banyak menyebabkan kerusakan karena bisa masuk ke dalam jaringan. Mesothelioma dapat berkembang antara 10-80 tahun setelah seseorang terpapar.
Sayangnya, gejala mesothelioma jarang muncul di fase awal. Sebagian besar penderita mesothelioma akan mengalami gejalanya saat kanker memasuki fase lanjut. Gejalanya meliputi:
Pemeriksaan kesehatan akan dilakukan terhadap pasien untuk melihat gejala penyakitnya, seperti benjolan atau gejala tidak biasa lainnya. Dokter akan bertanya tentang pola hidup pasien, paparan serat asbes, penyakit masa lalu, riwayat pekerjaan, dan pengobatan.
Memeriksa pertumbuhan sel kanker yang tidak biasa atau pengerasan jaringan di dalam rongga dada dan bukti-bukti adanya efusi.
Memeriksa sejauh mana penyakit telah menyebar dan sebagai bukti apakah ada tanda-tanda metastasis (kondisi ketika sel kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain).
Pengambilan sampel lapisan jaringan dalam rongga dada atau perut untuk diuji klinis menggunakan mikroskop. Dokter akan melihat aktivitas sel yang tidak normal. Prosedur biopsi bisa dilaksanakan baik dengan jarum kecil atau dengan sayatan kecil untuk mengambil sampel jaringan yang dibutuhkan. Terkadang, dokter akan meminta prosedur bedah biopsi dilengkapi dengan penggunaan video.
Bronkoskop adalah alat berupa selang dengan lampu dan kamera pada ujungnya untuk memeriksa struktur pernapasan. Alat ini juga dipakai untuk mengambil sampel dari paru-paru.
Cairan efusi pleura diambil dari rongga dada dan divisualisasikan dengan memakai mikroskop untuk memeriksa apakah terdapat sel kanker atau tidak.
Pengobatan mesothelioma membutuhkan pendekatan interdisiplin dari satu tim dokter. Biasanya, tindakan tersebut adalah kombinasi dari proses bedah, kemoterapi, dan radiasi yang membuahkan hasil terbaik. Anda perlu pergi ke dokter spesialis mesothelioma yang dapat memandu dan memberikan penanganan mesothelioma terbaik bagi Anda di Singapura.
Operasi ini meliputi pengangkatan pleura yang melapisi paru-paru dan dinding dada, beserta pengangkatan dan rekonstruksi diafragma, dan terkadang perikardium [jaringan yang melapisi jantung]. Jika dinding dada juga sudah terjangkit sel kanker, sebagian dinding dada mungkin juga akan diangkat dan direkonstruksi. Dokter bedah Anda dapat menjelaskan bagaimana prosedur ini dilakukan dengan bantuan diagram skematis dan video.
Metode ini biasanya merupakan gabungan dari pemberian obat minum dan suntik yang diberikan selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Obat-obatan tersebut adalah obat keras yang digunakan untuk membunuh sel kanker dan bisa dipakai sebelum operasi atau sesudah operasi jika dokter mengindikasikan ada residu sel kanker yang masih tertinggal.
Bentuk penanganan ini adalah penggunaan sinar-X dan proton untuk menghasilkan berkas energi kuat yang diarahkan secara presisi ke sel kanker untuk memusnahkannya. Radioterapi biasanya digunakan pasca operasi di area keberadaan sel kanker yang masih tertinggal untuk dimusnahkan atau untuk mencegah agar kanker tidak kambuh.

