

Timoma dan Karsinoma Timus adalah dua jenis kanker langka yang dapat tumbuh dalam sel yang menyelubungi lapisan luar kelenjar timus. Kelenjar timus adalah organ yang ada di rongga mediastinum (di belakang tulang dada) dan bisa berfungsi sampai masa puber serta bertanggung jawab atas imunitas yang dimediasi oleh sel T (limfosit yang bertugas untuk mengontrol respons sistem antibodi terhadap serangan virus, bakteri, maupun zat asing di dalam tubuh). Kemudian, kelenjar timus akan mengalami involusi dan menghilang.
Jika kelenjar tersebut tetap ada, ia dapat menumbuhkan tumor yang disebut "Timoma". Penyakit ini dikaitkan dengan penyakit lain, seperti miastenia gravis, rheumatoid arthritis (rematik), sindrom Sjogren, dan hipogammaglobulinemia. Ini adalah kanker langka dan hanya tercatat kurang dari 1% dari semua jenis kanker.
Sebanyak 90% sel kanker yang tumbuh di kelenjar timus adalah Timoma, sedangkan 10%-nya bisa jadi Karsinoma Timus, Limfoma, atau tumor karsinoid. Operasi timoma adalah prosedur paling umum untuk mengangkat timoma, yang adalah median sternotomi (prosedur bedah untuk membuat akses ke jantung atau bagian tubuh lain yang dilindungi tulang dada) dan dilakukan oleh dokter spesialis bedah kardiotoraks.

Sekitar 25% kasus Timoma dan Karsinoma Timus, pasien biasanya asimptomatik (tanpa gejala). Gejalanya akan terdeteksi ketika pasien menjalani skrining untuk hal lain atau selama rontgen dada rutin.
Beberapa gejala termasuk nyeri dada, batuk, dan gangguan pada saluran pernapasan atas. Gejala-gejala ini juga berkaitan dengan miastenia gravis dan pasien mungkin akan merasakan otot yang melemah, kelelahan atau sesak napas, susah menelan, termasuk anemia.
Seringkali, diagnosis dilakukan dengan bantuan CT scan dan tidak memerlukan biopsi. Namun, jika belum ada hasil yang pasti dari proses CT scan, biopsi akan dilakukan jika didindikasi ada Karsinoma Timus, jika ukuran tumor besar atau jika ada penyakit lain yang terkait seperti limfoma.
Tumor ini bisa secara insidental ditemukan saat proses rontgen dada.
Prosedur ini adalah pemeriksaan yang paling umum dilakukan untuk mengetahui tingkat keparahan tumor dan hubungannya dengan struktur di sekitarnya.
Jika kanker sudah terkonfirmasi, akan dilakukan PET CT scan untuk mengetahui stadium kanker dan apakah ada yang menyebar ke bagian tubuh lainnya. Pemeriksaan ini juga dilakukan untuk melihat apakah ada keterlibatan nodul limfa di dalamnya.
Prosedur ini jarang dilakukan bila keterlibatan saraf atau pembuluh darah diragukan.
Dokter spesialis bedah toraks akan menjelaskan investigasi apa saja yang dia butuhkan untuk menangani kasus Anda.
Pengobatan ini biasanya berdasarkan tingkat keparahan penyakit, tetapi tindakan operasi secara umum dipakai untuk menangani penyakit ini.
Penanganan dengan operasi bisa dilakukan dalam bentuk eksisi bedah lengkap atau operasi untuk mengangkat sebanyak mungkin tumor di dalam tubuh.
Tujuan dari eksisi bedah lengkap adalah pengangkatan seluruh tumor secara tuntas. Di ICTS, kami menyediakan bedah akses dengan invasif minimal berupa bedah robotik, di mana timoma dengan ukuran yang wajar dapat diangkat melalui lubang sayatan tanpa berkompromi dengan kualitas penanganan kanker. Namun, jika ukuran timoma besar atau itu adalah karsinoma timus, pengangkatan seluruh tumor secara tuntas akan melibatkan median sternotomi, hemi-clamshell, atau torakotomi.
Dokter bedah akan menjelaskan beberapa pilihan yang tersedia kepada Anda dan akan mendiskusikan detail dari metode operasi yang paling cocok untuk kasus Anda.
Radioterapi biasanya digunakan sebagai pengobatan adjuvant (pendamping) pada timoma dan karsinoma timus pasca operasi untuk mengurangi risiko kambuhan. Jika tumornya berukuran besar dan risiko kambuhan lokal tinggi, radioterapi adjuvant akan ditawarkan kepada pasien setelah berdiskusi dengan dokter spesialis onkologi radiasi.
Kemoterapi digunakan untuk pasien dengan karsinoma timus, timoma stadium lanjut, atau kanker yang kambuh dan tidak dapat diangkat melalui pembedahan. Terkadang kemoterapi juga digunakan sebelum operasi untuk memperkecil ukuran tumor.
Imunoterapi adalah bentuk pengobatan baru dan masih dalam tahap uji klinis, tetapi dapat digunakan pada kasus tertentu untuk kanker stadium lanjut sebagai pengobatan primer atau tambahan untuk membantu mengontrol penyakit. Pembicaraan mengenai prosedur ini dapat dilakukan dengan dokter spesialis onkologi medis. Kemudian, untuk protokol pengobatan akan diputuskan bersama antara dokter bedah, dokter spesialis onkologi medis, dan pasien. Detail terapi akan didiskusikan bersama dokter spesialis onkologi yang akan meninjau kasus Anda.

