

Trakea (disebut juga pipa udara) membentang dari pangkal leher sampai dada. Ini adalah pipa semi-elastis dengan komponen yang lentur dan keras, yang membuka jalan bagi udara dari luar menuju paru-paru. Karena kompleksitas dari struktur di sekitarnya dan krusialnya trakea, masalah yang terkait dengan trakea bisa membahayakan nyawa, termasuk di antaranya adalah tumor trakea.
Di International Centre for Thoracic Surgery (ICTS), Singapura, kami memiliki spesialisasi dalam menangani tumor trakea dan gangguan trakea.
Stenosis trakea (stenosis laring) adalah penyempitan trakea yang menyebabkan gangguan pernapasan. Kondisi ini bisa muncul secara tiba-tiba atau secara bertahap tergantung tipe penyakit yang dialami trakea.
Terkadang, stenosis terjadi ketika pipa, yang sudah dimasukkan ke dalam trakea untuk waktu yang cukup lama, dilepas. Kondisi ini juga terjadi setelah pelepasan trakeostomi (prosedur medis untuk membuat lubang di leher ke arah pipa pernapasan), dan hasil penyembuhan dari goresan.
Stenosis trakea sendiri memerlukan penanganan karena ia menyumbat pernapasan pasien. Jenis prosedur penangana stenosis juga bergantung pada lokasi di mana penyakit itu berada dan jenis patologi.
Tumor trakea adalah tumor langka dan terjadi kurang dari 2% dari keseluruhan jenis tumor. Tumor ini bisa ganas (berpotensi kanker) atau jinak. Namun, karena sama-sama mengganggu pipa pernapasan, masalah terkait gejala yang ada terlihat serupa.
Tumor primer di trakea jarang terjadi dan lebih sering tumor sekunder (muncul dari tempat lain dan menjalar ke trakea). Di tempat kami, kami bekerjasama erat dengan dokter spesialis lain untuk mengurangi risiko komplikasi, men=ringankan gejala dengan cepat, dan melangkah dengan penanganan lanjutan.
Tumor trakea jinak sama-sama memperlemah pernapasan jika akhirnya tumor ini juga menyumbat jalur udara. Karena itu, stenosis (penyempitan pipa pernapasan) atau tracheobronchial malacia (melemahnya dinding trakea) biasanya menjadi faktor penentu apakah tumor ini ganas atau jinak.
Gejala tumor trakea dan stenosis trakea kebanyakan berkaitan dengan ciri-ciri obstruktif:
Diagnosis pada kasus-kasus ini kemungkinan akan sulit sampai mereka menunjukkan gejala yang jelas. Meskipun jarang terjadi, tetapi penyakit ini bisa didiagnosis sebagai temuan insidental jika pasien dipindai untuk kondisi lain.
Bronkoskopi yang kaku dan lentur akan diperlukan untuk mendiagnosis penyakit di dalam trakea, bronkus, dan terkadang untuk mendapatkan diagnosis jaringan. Bronkoskopi terkadang dapat bersifat diagnostik dan terapeutik, tergantung pada kondisi penyakitnya.
Untuk menentukan ukuran tumor, lumen (saluran udara) trakea, dan hubungannya dengan struktur-struktur di sekitar. Rekonstruksi 3D terkadang dilakukan untuk mengetahui seberapa luas tumor menyebar termasuk penyempitan pada lumen.
Untuk menentukan seberapa luas penyebaran lokal tumor, penyebaran dalam toraks, dan penyakit metastasis lainnya di dalam tubuh. Sebagai pemindai biologis, PET CT scan juga akan memberikan gambar dan status dari nodul limfa di sekelilingnya.
Untuk memberi informasi kondisi paru-paru dan pola sumbatan di trakea.
Biopsi tumor biasanya dilakukan bersamaan dengan bronkoskopi di awal penanganan. Langkah ini memerlukan bronkoskopi yang kaku dan keras dengan kateter biopsi.
Pengobatan tumor trakea biasanya berdasarkan tingkat keparahan penyakit, tetapi tindakan operasi secara umum dipakai untuk menangani penyakit ini.
Pengangkatan tumor dengan metode operasi, baik jinak maupun ganas, biasanya adalah pilihan utama. Hal ini karena pipa trakea bertugas untuk mengalirkan udara dan jika itu tersumbat, pasien akan mengalami gangguan pernapasan dengan cepat.
Pengangkatan tumor trakea dengan operasi adalah prosedur yang kompleks karena anatomi dan suplai darah ke trakea juga rumit. Di ICTS, kami melakukan operasi trakea dengan teknik yang lebih canggih. Keberhasilan dari operasi trakea adalah dapat mengangkat tumor secara keseluruhan, menjaga suplai darah yang halus, dan mengelola komplikasi yang muncul berbarengan dengan operasi. Dokter bedah akan menjelaskan secara detail dengan memakai skema diagram dan gambaran operasi secara langsung agar Anda memiliki pemahaman yang lebih baik.
Tidak semua pasien yang menderita tumor trakea dapat menjalani operasi. Banyak di antara mereka yang meminta terapi paliatif yang akan menolong mereka bernapas kembali dengan mudah.
Penanganan bronkoskopi dilakukan memakai bronkoskop yang dipasangi kamera kecil dan masuk melalui mulut untuk kemudian melihat trakea. Terdapat banyak penanganan yang bisa dilakukan memakai bronkoskop dan corong trakea. Di ICTS, tersedia berbagai penanganan broskoskopi untuk menolong pasien kami.

Jika pasien tidak memungkinkan untuk menjalani operasi atau diketahui memiliki nodul limfa pasca operasi, pasien akan ditawarkan untuk menjalani radioterapi. Terkadang, radioterapi dilakukan sebelum operasi untuk memperkecil ukuran tumor dan pada waktu tertentu digunakan sebagai terapi pembantu pasca operasi untuk mensterilisasi area guna mencegah tumor untuk kambuh. Dokter bedah Anda akan merujuk ke ahli onkologi radiasi yang akan menjelaskan kepada Anda detail menyeluruh tentang bagaimana pengobatan ini diberikan.
Kemoterapi dipakai dalam kombinasi dengan radioterapi atau operasi untuk menangani tumor trakea yang besar. Prosedur ini biasanya diberikan terpisah atau sebagai kombinasi dengan obat-obatan lain yang berguna untuk menghentikan atau menghambat pertumbuhan sel tumor. Klasifikasi baru dari terapi disebut imunoterapi. Detail dari terapi ini akan didiskusikan dengan ahli onkologi medis yang akan meninjau kasus Anda.
Pada umumnya, terdapat tiga pilihan untuk mengobati stenosis trakea.
Pelebaran trakea biasanya dilakukan menggunakan balon atau satu set dilator trakea. Tindakan ini membuat stenosis untuk terbuka dan memberikan keringanan napas sementara. Selama prosedur dilakukan, tindakan biopsi akan dilakukan untuk mendapatkan informasi patologi dari penyakitnya.
Prosedur ini biasanya dilakukan dengan bantuan bronkoskopi yang kaku dan perlengkapan khusus di mana sebuah jalur dibuat melalui stenosis memakai laser, lalu ring dimasukkan sehingga jalur pernapasan bisa dipertahankan. Jenis ring yang dipakai bisa bervariasi tergantung patologi dan kebutuhan pasien.
Prosedur ini melibatkan pengambilan ruas stenotik. Setelah pengambilan bagian trakea yang menyempit, dua bagian trakea yang tersisa akan digabungkan guna menjaga jalur pernapasan.
Penanganan stenosis trakea mempunyai hasil jangka panjang yang sangat baik karena tidak berbahaya. Terkadang, stenosis bisa disebabkan oleh penyakit seperti tuberkulosis dan hasil dari varian ini bergantung pada panjang stenosis.
Pengobatan dengan RING: Pemasangan ring saluran napas adalah tabung silikon atau logam yang dimasukkan ke dalam trakea agar tetap terbuka. Prosedur ini dilakukan menggunakan perlengkapan dan teknik khusus serta dapat dilakukan sebelum operasi atau setelah operasi. Pemasangan ring ini juga membantu meringankan pasien dan membuka penyempitan jalur pernapasan yang akan memulihkan fungsi pernapasan pasien. Pemasangan ini bisa menjadi pendamping operasi atau terapi laser. Ini biasanya dilakukan dengan bantuan bronkoskop dan satu set perlengkapan canggih yang tersedia di ICTS.
Penanganan dengan Laser: Di ICTS, kami memakai terapi laser yang canggih untuk mengangkat tumor atau memperkecil ukurannya. Prosedur ini dapat dilakukan sebelum atau sesudah operasi dan mungkin akan diikuti dengan pemasangan ring. Prosedur ini juga bisa dipakai sebagai terapi paliatif untuk menolong pasien memulihkan sistem pernapasannya sehingga memudahkannya saat bernapas.

