

Rongga dada atau dinding dada adalah ruang berongga yang diselubungi oleh tulang rusuk, tulang belakang, dan sternum (tulang dada). Selain itu, ada juga otot-otot dan jaringan tulang dada yang melindungi organ-organ vital yang ada di dalam rongga dada, seperti paru-paru.
Tulang yang menyelubungi rongga dada adalah tulang kaku dan keras, tetapi fleksibel di saat yang sama untuk memungkinkan adanya pergerakan yang berhubungan dengan pernapasan.
Tumor yang tumbuh pada dinding dada biasanya jarang terjadi, tetapi ketika tumor itu muncul, ia menjadi masalah yang cukup sulit untuk didiagnosis dan dikendalikan. Tumor bisa tumbuh menjadi tumor jinak (tidak berpotensi kanker dan tidak menyebar ke seluruh tubuh) atau ganas (berpotensi kanker dan akan menyebar ke seluruh tubuh). Dikarenakan keduanya sangat mirip, sangat sulit untuk membedakan kedua jenis tumor ini. Sumber utama penyebab tumbuhnya tumor ini juga sulit untuk dideteksi dengan tepat karena ada banyaknya jenis otot, tulang, dan jaringan di dalam dinding dada yang mungkin menjadi tempat tumor tersebut berasal.
Kelainan tulang rusuk juga bisa tampak sebagai tumor dinding dada, patah tulang yang menyakitkan, sebagai titik pendarahan ke arah rongga dada atau hanya temuan insidental.
GEJALA
Gejala tumor dinding dada atau kelainan tulang rusuk meliputi:
X-Ray dipakai sebagai alat awal dalam tahap skrining untuk menentukan apakah ada kelainan yang terlihat pada dinding dada dan tulang rusuk.
Ini adalah tes pencitraan yang lebih mendalam yang dipakai untuk mendiagnosis tumor dada. Tes ini memungkinkan dokter untuk mendiagnosis ukuran tumor, tingkat keaktifan tumor, dan mengetahui titik lokasi kemunculan tumor.
Tes ini dipakai untuk mengukur seberapa dalam dan luas tumor telah menjangkit tubuh, area yang memerlukan operasi, serta bagaimana dokter dapat memulihkan jaringan yang rusak menggunakan material alternatif lain.
Pemindaian MRI memungkinkan dokter bedah mendiagnosis seberapa luas pertumbuhan tumor. Saat tumor tumbuh, ia mulai menyerang jaringan otot. Hal ini juga memungkinkan agar keterlibatan sejumlah sistem saraf dengan tumor bisa dideteksi saat tumor mulai menyerang saraf, bundel neurovaskular, atau kolom tulang belakang.
Ini adalah tes biologis yang memungkinkan untuk mendeteksi tingkat keparahan tumor. Prosedur ini juga dapat dipakai untuk melihat apakah terdapat penyakit di tempat lain di dalam tubuh. Cara ini juga bisa dipakai untuk menentukan kemungkinan kambuhnya tumor.
Kelainan tulang rusuk yang paling umum adalah patah tulang rusuk dengan atau tanpa Flail Segmen. Flail Segmen adalah kondisi di mana sebagian (segmen) tulang rusuk patah di dua persimpangan pada rusuk yang sama dan menyebabkan bagian tersebut tidak efektif dalam melakukan proses pernapasan serta mungkin akan terlepas dari bagian dinding dada lainnya. Di ICTS, kami mengatasi masalah ini dengan melekatkan pelat tulang rusuk yang sudah dibentuk sebelumnya ke dalam tulang rusuk. Hal ini dapat membantu menjaga stabilitas guna meningkatkan dinamika pernapasan.

Tumor dinding dada jinak biasanya ditangani dengan operasi reseksi. Operasi reseksi adalah pengangkatan jaringan yang ditargetkan. Terkadang, tumor yang tumbuh besar akan membutuhkan reseksi yang diikuti dengan rekonstruksi dinding dada.
Tumor ganas juga memakai prosedur serupa. Namun, mungkin juga dibutuhkan reseksi pada otot-otot saraf dan pembuluh darah. Setelah operasi reseksi, dibutuhkan rekonstruksi ulang. Di sini, sebagai pelopor rekonstruksi, kami telah melakukan implan cetak 3D non-metal pertama di dunia. Setelah rekonstruksi, dinamika pernapasan pasien seharusnya akan meningkat pesat. Jika tumor sedang ditangani, pasien diharuskan menjalani pengobatan lanjutan dalam bentuk terapi radiasi dan/atau kemoterapi.

